Penulis:
Dr. Muhammad Alfian, M.Pd.
Prof. Dr. Maisah, M.Pd.I
Dr. Diana rozelin, S.S.,M.Hum.
Editor:
Dr. Indah Herningrum, M.Pd.
Dr. Ali M Zebua, M.Pd.I.
Tata Letak Isi:
Fitri Handayani, MA
Desain Cover:
Dr. Ali M Zebua, M.Pd.I.
x+ 83 Halaman 15,5 x 23
Perkembangan pendidikan tinggi dalam era global telah menempatkan mutu sebagai isu yang tidak lagi bersifat administratif, melainkan strategis. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya memenuhi standar yang ditetapkan, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas yang nyata dalam proses dan hasil pendidikan.
Dalam konteks ini, berbagai instrumen penjaminan mutu telah dikembangkan, baik melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) maupun mekanisme eksternal seperti akreditasi. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan sistem tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan praktik yang konsisten dan bermakna. Mutu sering kali berhenti pada pemenuhan dokumen, belum menjadi bagian dari budaya organisasi yang hidup.
Kondisi ini menjadi semakin kompleks dalam konteks perguruan tinggi Islam. Di satu sisi, institusi dituntut untuk mengikuti standar mutu pendidikan tinggi yang bersifat universal. Di sisi lain, terdapat tanggung jawab untuk menjaga dan menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dalam seluruh proses pendidikan. Ketidakterpaduan antara sistem manajerial dan dimensi nilai inilah yang dalam banyak kasus menjadi akar dari lemahnya implementasi mutu secara substantif.
Berangkat dari permasalahan tersebut, buku ini disusun sebagai upaya untuk menghadirkan pendekatan manajemen mutu yang lebih integratif. Buku ini tidak hanya membahas konsep dan sistem penjaminan mutu, tetapi juga mengelaborasi bagaimana mutu dikelola dalam praktik, serta bagaimana nilai dapat diintegrasikan dalam kerangka manajemen yang sistematis.
Secara konseptual, buku ini menawarkan suatu model manajemen peningkatan mutu perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan lima dimensi utama, yaitu struktural, manajerial, operasional, kultural, dan nilai. Model ini dikembangkan tidak hanya dari kajian teoritik, tetapi juga dari refleksi atas praktik empiris, sehingga memiliki relevansi dalam konteks pengelolaan institusi pendidikan tinggi.
Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam dua hal. Pertama, memperkaya kajian akademik di bidang manajemen pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam pengembangan model mutu yang kontekstual. Kedua, menjadi rujukan praktis bagi pengelola perguruan tinggi dalam merancang dan mengimplementasikan sistem mutu yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
