TRANSFORMASI LITERASI INFORMASI DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Penulis:

RAHMAN PELIZA

Editor:

Iril Admizal

Aan Firtanosa

Ahmad Khairul Nuzuli

vii + 99 Halaman 14.8 x 21

Cetakan Pertama April 2026

Dalam beberapa dekade terakhir, literasi informasi tidak lagi sekadar kemampuan mencari dan menggunakan informasi, tetapi telah berkembang menjadi kapasitas kritis untuk memahami, mengevaluasi, dan memproduksi pengetahuan secara reflektif. Perubahan ini semakin signifikan ketika masyarakat memasuki era kecerdasan buatan, di mana algoritma, sistem rekomendasi, dan teknologi berbasis data turut membentuk realitas informasi yang kita konsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, buku ini berupaya menjelaskan bagaimana literasi informasi mengalami transformasi konseptual dan praktis dalam lanskap digital yang terus berubah.

Struktur buku ini disusun secara sistematis untuk memandu pembaca memahami perjalanan literasi informasi dari akar konseptual hingga tantangan masa depan. Bab pertama mengulas konsep dasar, sejarah, dan peran literasi informasi dalam masyarakat pengetahuan. Bab kedua memperkenalkan karakteristik era AI dan bagaimana teknologi ini mengubah dinamika informasi. Selanjutnya, pembahasan mengenai fenomena information overload, big data, dan perubahan perilaku pencarian informasi disajikan dalam Bab ketiga sebagai konteks penting dalam memahami kompleksitas ekosistem informasi modern.

Buku ini juga menempatkan AI tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai mitra dalam literasi informasi. Hal ini dibahas secara komprehensif pada Bab keempat, termasuk contoh aplikasi seperti ChatGPT dan Google Bard yang menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung proses pencarian dan validasi informasi. Namun demikian, perkembangan ini juga membawa risiko, seperti hoaks, deepfake, bias algoritma, dan filter bubble, yang dibahas secara kritis pada Bab kelima.

Lebih jauh, buku ini menekankan pentingnya literasi informasi kritis di era AI, terutama dalam membangun kemampuan berpikir analitis dan evaluatif terhadap sumber informasi. Aspek etika, privasi, dan tanggung jawab digital juga menjadi perhatian utama, mengingat meningkatnya kompleksitas interaksi manusia dengan teknologi. Dalam konteks pendidikan, buku ini menawarkan gagasan integrasi literasi informasi dan AI dalam kurikulum, serta menyoroti peran strategis guru, dosen, dan pustakawan sebagai agen transformasi.

Pada bagian akhir, buku ini mengajak pembaca untuk melihat masa depan literasi informasi, tidak hanya dalam kerangka teknologi, tetapi juga dalam perspektif kolaborasi antara manusia dan mesin menuju kecerdasan kolektif. Dengan demikian, literasi informasi tidak lagi dipahami sebagai keterampilan individual semata, melainkan sebagai fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang adaptif, kritis, dan berdaya dalam menghadapi tantangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *