
Penulis:
Rizki Nur Hidayat
Editor : Ahmad Khairul Nuzuli
x + 140 Halaman 14.8 x 21
Cetakan Pertama Juni 2026
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan salah satu agenda strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga merepresentasikan transformasi besar dalam arah pembangunan Indonesia. IKN dirancang sebagai simbol pemerataan pembangunan, pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta model kota masa depan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, inovasi, dan teknologi. Namun, di balik pembangunan fisik yang masif, terdapat aspek yang tidak kalah penting, yaitu kesiapan masyarakat lokal sebagai pihak yang akan berinteraksi secara langsung dengan berbagai perubahan sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut.
Buku ini lahir dari keyakinan bahwa keberhasilan pembangunan IKN tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas infrastruktur yang dibangun, melainkan juga oleh kemampuan masyarakat untuk beradaptasi, berpartisipasi, dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Masyarakat lokal bukan sekadar objek pembangunan, melainkan aktor utama yang menentukan keberlanjutan transformasi wilayah. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kesiapan masyarakat menjadi penting untuk memastikan bahwa pembangunan IKN berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Secara sistematis, buku ini diawali dengan pembahasan mengenai transformasi Ibu Kota Nusantara dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat lokal dalam merespons perubahan. Selanjutnya, buku ini menguraikan konsep-konsep teoritis yang menjadi landasan dalam memahami kesiapan masyarakat, terutama melalui pendekatan Community Readiness Model dan teori adaptasi sosial. Pada bagian berikutnya, buku menyajikan potret kesiapan masyarakat lokal dalam memanfaatkan infrastruktur IKN berdasarkan berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya.
Sebagai kontribusi akademik, buku ini juga menawarkan model kesiapan masyarakat lokal dalam menghadapi transformasi wilayah yang mengintegrasikan aspek motivasi, pendidikan, keterampilan, pelatihan, media informasi, dan dukungan ekonomi. Model tersebut diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi pembangunan, pembangunan wilayah, serta studi mengenai adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial yang berskala besar. Pada bagian akhir, buku ini menguraikan berbagai strategi penguatan kesiapan masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan literasi teknologi, pengembangan ekonomi lokal, kolaborasi multipihak, hingga penyusunan roadmap kesiapan masyarakat menuju IKN 2045.
Buku ini ditulis tidak hanya untuk kalangan akademisi dan peneliti, tetapi juga bagi para pembuat kebijakan, praktisi pembangunan, mahasiswa, serta seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap masa depan Ibu Kota Nusantara. Penulis berharap buku ini dapat menjadi salah satu referensi dalam memahami dimensi sosial pembangunan IKN sekaligus memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan yang lebih berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.