FENEMISME GENDER PUSTAKAWAN PEREMPUAN DI PERPUSTAKAAN

Penulis:

Fitri Handayani, MA

Editor:

Ahmad Khairul Nuzuli

viii + 75 Halaman 15,5 x 23

Cetakan Pertama Juni 2026

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan transformasi digital telah membawa perubahan yang sangat besar terhadap dunia perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi telah berkembang menjadi pusat informasi, literasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Perubahan tersebut turut mengubah peran pustakawan yang dituntut memiliki kompetensi profesional, kemampuan adaptasi teknologi, serta kepemimpinan yang responsif terhadap dinamika sosial.

Di tengah perubahan tersebut, perempuan menjadi bagian yang sangat penting dalam perkembangan profesi kepustakawanan. Bahkan, profesi pustakawan selama ini identik dengan dominasi tenaga kerja perempuan. Namun demikian, dominasi secara kuantitatif tidak selalu diikuti oleh kesempatan yang setara dalam pengambilan keputusan, kepemimpinan, pengembangan karier, maupun pengakuan profesional. Berbagai bentuk stereotip, ketimpangan akses, beban kerja ganda, hingga tantangan transformasi digital masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Buku ini hadir untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai feminisme gender dalam profesi kepustakawanan, khususnya posisi dan peran pustakawan perempuan di tengah perkembangan perpustakaan modern. Pembahasan diawali dengan konsep-konsep dasar feminisme, kesetaraan, dan keadilan gender sebagai landasan teoritis untuk memahami dinamika perempuan dalam dunia perpustakaan. Selanjutnya, buku ini mengulas sejarah keterlibatan perempuan dalam profesi kepustakawanan, proses feminisasi profesi, perkembangan kepemimpinan perempuan, hingga kontribusi pustakawan perempuan di Indonesia pada era digital.

Tidak hanya menguraikan aspek konseptual, buku ini juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi pustakawan perempuan pada era transformasi digital, mulai dari kesenjangan kompetensi digital, stereotip gender, tantangan kepemimpinan, beban kerja ganda, hingga berbagai bentuk diskriminasi di ruang digital. Sebagai bagian dari upaya membangun perpustakaan yang inklusif, buku ini menawarkan berbagai strategi pemberdayaan perempuan, penguatan kepemimpinan, serta pengembangan perpustakaan yang responsif gender.

Keistimewaan buku ini terletak pada penyajian hasil kajian mengenai feminisme gender pustakawan perempuan di Kota Sungai Penuh, yang menggambarkan persepsi, kebijakan, partisipasi, kompetensi, peran, serta berbagai kendala yang dihadapi pustakawan perempuan dalam menjalankan profesinya. Kajian empiris tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kondisi perempuan dalam lingkungan kepustakawanan sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan arah pengembangan profesi pustakawan perempuan di masa mendatang.

Pada bagian akhir, buku ini menyajikan refleksi, sintesis, serta visi masa depan profesi pustakawan perempuan sebagai bagian dari upaya membangun perpustakaan yang lebih adil, inklusif, adaptif, dan berdaya saing. Harapannya, buku ini tidak hanya menjadi sumber referensi akademik bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan pemerhati ilmu perpustakaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pustakawan, pengelola perpustakaan, serta para pengambil kebijakan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang menghargai kesetaraan gender dan profesionalisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *