Penulis:
Iril Admizal
Editor:
Rahman Peliza
vi + 442 Halaman 15,5 x 23
Cetakan Pertama Agustus 2026
Buku Tafsir Maudhu’i: Membaca Semesta Melalui Al-Qur’an hadir dari kesadaran bahwa Al-Qur’an tidak hanya mengarahkan manusia pada kehidupan spiritual, tetapi juga mengajak manusia untuk membaca, mengamati, memikirkan, dan mengambil pelajaran dari dirinya serta alam semesta. Langit dan bumi, penciptaan manusia, kehidupan flora dan fauna, keteraturan alam, kesehatan, jiwa, hingga perkembangan pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari realitas yang dapat menjadi jalan bagi manusia untuk mengenali kebesaran dan kebijaksanaan Allah Swt.
Pendekatan tafsir maudhu’i atau tafsir tematik menjadi penting karena memungkinkan berbagai ayat yang tersebar dalam Al-Qur’an dihimpun dan dibaca berdasarkan tema tertentu secara lebih sistematis. Melalui pendekatan ini, Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih utuh dalam menjawab persoalan-persoalan yang berkembang dalam kehidupan manusia, tanpa melepaskan ayat dari konteks, prinsip, dan bangunan pesan Al-Qur’an secara keseluruhan.
Atas dasar pemikiran tersebut, buku ini disusun untuk mempertemukan kajian Al-Qur’an dengan beragam fenomena kehidupan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pembahasan diawali dengan konsep dasar tafsir tematik sebagai landasan metodologis. Selanjutnya, pembaca diajak menelusuri ayat-ayat mengenai penciptaan alam semesta dan penciptaan manusia sebagai dua wilayah penting untuk memahami hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Pembahasan kemudian diperluas pada ayat-ayat yang berkaitan dengan matematika, biologi, ilmu jiwa, kesehatan, astronomi, dan geografi. Tema-tema tersebut memperlihatkan luasnya ruang perenungan yang dibuka oleh Al-Qur’an terhadap keteraturan dan kompleksitas ciptaan Allah. Kajian mengenai flora dan fauna serta lingkungan semakin menegaskan bahwa manusia hidup dalam suatu kesatuan kehidupan yang menuntut tanggung jawab, keseimbangan, dan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan alam.
Buku ini juga membawa pembaca memasuki pembahasan mengenai metafisika, suatu dimensi yang mengingatkan bahwa tidak seluruh realitas dapat dibatasi pada apa yang dapat ditangkap oleh pengalaman empiris manusia. Dengan demikian, membaca semesta melalui Al-Qur’an bukan semata-mata usaha memahami realitas material, tetapi juga upaya membangun kesadaran mengenai keterbatasan manusia serta keluasan pengetahuan Allah Swt.
Pada bagian akhir, pembahasan diarahkan pada isyarat teknologi dalam Al-Qur’an serta hubungan ayat-ayat sains dengan pengembangan peradaban. Bagian ini penting untuk menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya tidak berkembang tanpa orientasi nilai. Kemajuan peradaban membutuhkan kecerdasan intelektual sekaligus tanggung jawab moral agar ilmu yang dikembangkan benar-benar membawa kemaslahatan bagi manusia dan alam.
Melalui empat belas bab yang disajikan dalam buku ini, pembaca diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan berbagai cabang ilmu, tetapi juga menemukan cara pandang yang lebih reflektif dalam memahami hubungan antara wahyu, manusia, ilmu pengetahuan, alam semesta, dan peradaban. Al-Qur’an dalam konteks ini menjadi sumber inspirasi untuk membangun tradisi berpikir yang kritis, terbuka, bertanggung jawab, dan tetap berakar pada nilai-nilai ketuhanan.
Judul Membaca Semesta Melalui Al-Qur’an sekaligus menggambarkan semangat utama buku ini. Semesta merupakan hamparan tanda-tanda kebesaran Allah yang senantiasa terbuka untuk dibaca. Membaca tidak hanya berarti melihat fenomena, tetapi juga merenungkan keteraturan, memahami hubungan, mencari hikmah, serta menempatkan ilmu pengetahuan dalam kerangka pengabdian kepada Allah dan kemaslahatan kehidupan.
